Sabtu, 07 Januari 2012

Lubang Resapan Biopori (RBL)


Jumlah penduduk dari tahun makin bertambah. Di samping laju pertumbuhan penduduk, urbanisasi juga membuat jumlah penduduk di kota menjadi padat. Jumlah penduduk yang padat dihadapkan dengan luas area yang tidak bertambah. Lahan digunakan sebagai permukiman penduduk demi pemenuhan kebutuhan perumahan. Seiring luas lahan yang tidak bertambah dihadapakan jumlah penduduk yang selalu bertambah menjadikan luas lahan menjadi sempit. Apalagi, bila kita menengok bahwa setiap orang menghasilkan sampah tiap harinya. Menambah masalah lagi di perkotaan yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.

Sebagai beasr tanah di daerah perkotaan telah tertutup semen. Saat hujan turun, air hujan tidak dapat masuk ke tanah. Sementara air bersih terus digunakan. Jika dibiarkan kondisi yang demikian dapat mengakibatkan krisis aor bersih di perkotaan. Sungguh snagt disayangkan, air hujan hanya dibuang percuma tanpa masuk meresap ke tanah. Salah satu alternatifnya adalah Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai pelestarian lingkungan.

Bahkan di sebuah institusi pendidikan telah dilakukan pelatihan Pembuatan Lubang Resapan Biopori dan Komposting untuk belajar mencintai lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut dapat klik di sini

Biopori adalah lubang dengan diameter 10 - 30 cm kedalaman 30 - 100 cm, ditutupi sampah organik untuk menjebak air hujan, sebagai sumber cadangan air tanah dan penyedia humus sebagai penyubur tanah.
Gambar 1. Contoh lubang biopori tampak dari samping

LRB mempunyai banyak manfaat diantaranya :
  1. Memaksimalkan resapan air
  2. Membuat kompos alami
  3. Mengurangi genangan air
  4. Mengurangi air hujan yang terbuang
  5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
  6. Maksimalisasi Fungsi mikroorganisme tanah.
  7. Mencegah erosi tanah dan tanah longsor.

Untuk membuat LRB cukup mudah dilakukan oleh semua lapisan masyarakat baik muda atau tua. Alat dan bahannya cukup sederhana dan mudah didapat. Berikut adalah cara membuat LRB menurut versi saya, mungkin anda dapat melakukannya atau mempunyai versi yang lebih bagus daripada versi saya.
  1. Membuat lubang diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.



2.      Memotong Pipa PVC 4” sesuai kedalaman LRB yang diinginkan dan melubanginya pada bagian samping menggunakan gergaji besi.

  1. Memasukkan pipa PVC 4” ke dalam lubang dan mulut lubang ditutup dengan loster atau yang lain.


  1. Lubang diisi dengan sampah organik 
  2. LRB sudah jadi.
  3. Bila sampah menyusut maka dapat diisi kembali, dan seterusnya
  4. Pupuk dipanen pada akhir musim kemarau 
  5.  
     Ayo kita lestarikan lingkungan mulai dari hal terkecil

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar